Saat berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lupa untuk mengunjungi kota Padang Panjang. Karena, ada sebuah objek wisata yang sayang untuk ditinggalkan begitu saja. Panoramanya mengesankan dan menjadi wisata legendaris yang namanya sudah terpatri di kalangan warga Pandang Panjang.

Lubuak Mato Kuciang adalah pesona Sumatera Barat yang menarik untuk dikunjungi. Suasananya dan nuansanya memang bisa membuat wisatawan menjadi lupa soal beban hidupnya. Bahkan, mampu menambahkan energi baru untuk menghadapi hari baru.

Melihat Lebih Dekat Lubuak Mato Kuciang

Lubuak Mato Kuciang, Tempat Liburannya Noni-Noni Belanda

Lubuak Mato Kuciang adalah sebuah pemandian alam dimana, kolam utamanya terletak di atas. Tengah dindingnya kita akan melihat dinding terbing yang terbuat dari bebatuan cadas yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk melakukan lompatan indah.

Baca Juga, Pantai Carocok, Tempat Wisata Air Terbaik Di Sumatra Barat

Tidak jauh dari batu cadas ini terdapat seismograf yang merupakan alat pendeteksi gempa milik BMKG. Cobalah untuk berdiri di atas bebatuan cadas ini. Kita akan melihat panorama yang sesungguhnya dari tempat ini.

Ada pepohonan yang hijau, serta sungai-sungai di jalan Nagari Singgalang dan juga Gunung Singgalang. Serta Bukit Surungan. Dari titik ini kita juga bisa melihat aliran sungainya yang mengarah ke sangkua dan silaiang bawah yang mengalir di sebelah kiri anda.

Menurut tulisan sejarah yang tercantum di sini. Pemandian alami ini dibangun  pada tahun 1918. Pembangunannya sengaja dilakukan untuk memikat beberapa warga belanda agar berkunjung ke tempat ini. Apalagi, pesonanya yang tidak pernah bisa lepas dari kata keindahan.

Dari bahasa warga padang mato artinya mata. Kuciang artinya adalah kucing. Sehingga, bila dipadukan menjadi satu artinya adalah mata kucing. Mengapa dinamakan Mata Kucing? Saat kita melihat warna air yang ada di kolam ini maka kita akan melihat warnanya seperti mata kucing yang berwarna hijau kebiru-biruan.

Cara Ke Lokasi Lubuak Mato Kuciang

Lubuak Mato Kuciang terletak di Pasar Usang, Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Perjalanan dari kota padang menuju ke objek wisata ini kurang lebih 77 km. Dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam.

Sayangnya, menuju ke objek wisata ini kita wajib menggunakan kendaraan pribadi. Karena, Transportasi umum menuju ke objek wisata ini belum tersedia dengan baik. Bingung mau menyewa mobil dengan kualitas yang terjaga dari awal sampai akhir?

Tenang saja, tidak perlu panik karena sudah ada banyak rental mobil avanza yang siap memberikan pelayanan terbaik soal mobil. Menggunakan jasa rental mobil akan menyenangkan karena pastinya mereka sudah paham lokasi yang ingin kamu tuju.

Jadi, tidak perlu repot-repot bertanya kepada orang lain mengenai objek wisata ini. Kita hanya tinggal duduk menikmati pemandangan selama perjalanan, dan sampai di tempat tujuan. Menyenangkan sekali bukan?

Info Harga Tiket, Jam Operasional, dan Penginapan

Menikmati Lubuak Mato kucing kita akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000,- di tambah dengan biaya parkir untuk mobil 10 ribu rupiah. Kendaraan bermotor 5 ribu rupiah. Sementara untuk jam operasional kawasan ini akan buka pada pukul 6 pagi dan ditutup kembali pukul 6 sore.

Bagi anda yang bingung mencari penginapan di sekitaran Kota Pandang Panjang. Anda bisa melirik penginapan wisma rabbani. letaknya tidak jauh dari Lubuk Mato Kuciang. Hanya berjarak 2 km saja, atau membutuhkan waktu 5 menit.

Fasilitas yang diberikan wisma ini cukup menyenangkan. Bersih, rapi, ditambah dengan air hangat yang mampu meluruhkan rasa lelah dan pegal seharian. Disini pula, hadir sebauh cafe mini yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati secangkir kopi atau teh yang nikmat.

Kondisi Terkini Pemandian Lubuak Mato Kuciang

Pemandian Lubuak Mato Kuciang

Pemandian Lubuak Mata Kuciang memang mengalami penurunan pengunjung yang cukup memprihatinkan. Hal ini disebabkan persaingan ketat dengan Waterpark Mifan yang  jaraknya tak jauh dari tempat ini. Bila dinikmati lebih dalam lagi, pemandian ini sebenarnya mempunyai tingkat kesegaran air lebih. Menariknya lagi, dahulu objek wisata ini menjadi tempat rekreasi wajib noni-noni belanda yang tinggal di Sumatera Barat.

Oleh karena itu, demi mengembalikan kembali kejayaan dari objek wisata ini. Pemerintah pun sedang membangun wahana arung jeram yang memnafaatkan aliran sungai batang anai yang cukup deras. Menarik untuk ditunggu.

Perlu diketahui bahwa Buya Hamka, seorang ulama dan sastrawan ternama di Indonesia yang disegani. Ternyata pernah menulis kawasan ini dalam sebuah novelnya yang bertajuk Tenggelamnnya Kapal Van Der Wijk.

Baca Juga, Pantai Gandoriah, Surganya Kuliner Terbaik Khas Pariaman

Lubuak Mato Kuciang adalah pesona Sumatera Barat yang saat ini sedang meredup. Jangan lupa ajak teman, sahabat, dan keluarga untuk merasakan pengalaman yang berbeda di tempat ini. Tidak perlu bingung memikirkan masalah kendaraan, ada banyak tempat sewa mobil Innova yang bisa mengantar Anda ke tempat wisata keren ini.