Cagar Budaya Agama Islam – Salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia yaitu Masjid Tuo Kayu jao yang berada di Sumatra Barat. Masjid ini berdiri pada tahun 1599, sehingga wajar saja bila masjid ini masuk sebagai masjid terbesar di Indonesia yang ke dua. Kehadiran masjid ini pun juga sudah dijadikan sebagai cagar budaya untuk agama islam yang ada di Solok. Melalui masjid tua inilah yang dijadikan sebagai penyebaran agama islam yang dipenuhi dengan sejarah.

Masjid tua ini memiliki lokasi yang sangat mudah untuk dijumpai. Karena memang sudah ada banyak orang yang sudah mengetahui masjid tua bersejarah ini. Selain lokasinya yang mudah di jangkau, sejarahnya yang kental dengan agama islam menjadi daya tarik para wisatawannya. Banyak fasilitas yang disediakan masjid, sehingga membuat pengunjung merasa kagum dengan keindahan masjid tua ini.

Baca juga, Lembah Harau, Bentang Alam Menajubkan Ditanah Payakumbuh

Masjid Tertua di Indonesia

Bedug-Masjid-Tuo-Kayu

Meskipun bangunan masjid ini sudah sangat tua, namun untuk arsiteknya pun memperlihatkan sebagai masjid-masjid kuno yang ada di Nusantara. Selain kemegahan bangungannya, masjid tua di Indonesia juga memiliki banyak keistimewaan. Para wisatawan yang datang mengunjungi obyek wisata ini dapat melihat secara langsung keadaan dan suasana masjid. Bagi Anda yang penasaran dengan masjid tertua ini, maka Anda dapat mengunjungi masjid ini secara langsung.

Lokasi Masjid Tuo Kayu jao

Masjid tua di Indoneia ini berada di Nagari Batang Barus, Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat. Jalan yang dapat Anda tuju sudah sangat bagus, karena sudah aspal. Hal ini memberiikan kenyamanan bagi para pengunjung yang ingin mendatangi wisata masjid tua. Agar lebih nyaman selama perjalanan sebaiknya Anda menggunakan sewa mobil Alphard.

Tiket Masuk ke Masjid Gratis

Pengunjung yang datang ke masjid tua ini tidak akan dipungut biaya. Dengan demikian Anda tidak perlu mengeluarkan biaya seper pun.

Keistimewaan Masjid Tuo Kayu Jao

Warga-Masjid-Tuo-Kayu

Keistimewaan dan keunikan yang akan Anda jumpai di masjid ini yaitu seperti:

Pembangunan

Jika di lihat dari segi pembangunanya, masjid tua ini memiiki bangunan yang kokoh dan megah. Namun tahukah Anda? Masjid ini dibangun degnan cara menggunakan pasak. Namun untuk ketahanan bangunannya pun tidak perlu di ragukan lagi. hal ini pun juga sudah dibuktikan dari usia bangunan masjid yang sudah mencapai hingga puluhan tahun. Selain itu bangunan yang dimiliki oleh masjid ini pun juga tidak menggunakan paku. Setelah diadakan pemugaran yang ada dibeberapa tahun yang lalu, masjid ini mengalami perubahan, khususnya pada bagian warna masjid yang di cet ulang dan diganti dengan warna coklat kehitaman.

Arsitek

Arsitekture yang dimiliki oleh Masjid Tuo Kayu Jao ini memiliki arsitek yang identik dengan beberapa masjid kuno yang ada di Nusantara. Atap dari masjid tua ini memiliki ijuk sebagai lambang desain rumah adat di Minangkabau yaitu sebagai rumah Gadang. Ijuk yang dibuat di masjid tua tersebut berwarna hitam. Sedangkan lantai dan dinding papan terbuat dari papan yang dibalut dengan cat warna hitam, hal ini mampu menambahkan kesakralan masjid. Ijuk yang dibuat memiliki 3 tingkat dan diantara tingkat memiliki celah sebagai sumber pencahayaannya. Di bagian mihrab, terdapat atap yang memiliki bentuk berbeda yaitu dengan bentuk gonjong.

Asimilasi simbol

Masjid di Sumatra Barat ini memiliki asimilasi simbol lokal dengan islam yang memperlihatkan masjid. Sedangkan masjid ini disangga dengan 27 tiang. Hal ini menandakan 6 suku dan masing-masing suku memiliki 4 unsur pemerintahan dan 3 unsur agama. Unsur tersebut terdiri dari imam, khatib dan bilal. Hal lain yang menjadi simbol masjid tua ini yaitu tabuah atau bedug. Bedug ini diletakan pada sebelah masjid dan usianya pun juga sama dengan usia masjid. Meskipun memiliki usia yang sangat tua, namun bedug ini masih difungsikan sebagai penanda tibanya waktu shalat.

Kemegahan masjid

Kemegahan dan kekohohan masjid tua itu dapat dilihat dari jumlah tonggaknya sebanyak 24 tiang. Hal ini melambangkan dari jumlah Ninik Mamak sebanyak 24 orang.  Lambang kerukunan shalat pun juga dapat dilambangkan dari jumlah jendela sebanyak 13 pintu. Disana Anda akan menemukan anak tangga sebanyak 5 undakan pada saat memasuki masjid. Simbol inilah yang digunakan untuk melambangkan rukun islam.

Aktifitas Pengunjung Masjid Kayu Tuo Jao

Pengunjung yang datang ke masjid dapat melakukan beberapa aktifitas menarikk sebagai berikut:

Ibadah

Jangan di tanya lagi, masjid adalah tempat untuk ibadah bagi umat islam. Para pengunjung yang datang ke tempat ini dapat beribadah di sini. Tempatnya yang begitu sangat luas akan membuat para pengunjung dapat merasakan kenyamanan selama beribadah.

Sarana pendidikan

Selain digunakan sebagai tempat beribadah, masjid yang kental dengan adat Minangkabau ini pun juga sering kali dijadikan sebagai tempat untuk belajar agama bagi para masyarakat setempat. Para wisatawan yang berkunjung pun juga bisa melihat kegiatan belajar agama di masjid tua ini.

Baca juga, Ngalau Indah, Menengok Surga Tersembunyi Di Payakumbuh

Masjid Tuo Kayu Jao sudah ditetapkan sebagai masjid wisata syariah di Kabupaten Solok. Sedangkan lokasi ini pun juga tidak berada jauh dari perkebunan teh. Masjid ini pun sangat terawat dengan baik sampai saat ini.

Pada saat Anda akan menuju masjid tua ini, maka Anda akan melewati daerah perumahan dari warga. Jalanan yang akan Anda lalui pun juga berupa jalan turunan yang sangat tajam. Selain itu pengunjung juga akan melewati jurang dengan kemiringan ke samping kiri. Untuk menuju ke masjid ini, dibutuhkan keberanian, khususnya pada saat menuruni jalanan menggunakan kendaraan. Oleh karena itu sebaiknya Anda sewa mobil Fortuner beserta sopirnya sehingga lebih aman.