Museum menjadi referensi obyek wisata untuk mengetahui banyak sejarah kebudayaan dan pendidikan. Salah satunya sepertinya museum Adityawarman yang sudah terkenal sebagai museum di Sumatra Barat. Para pengunjung yang datang dapat mengenal pendidikan dan kebudayaan masyarakat Minang. Museum ini diangkat dari sejarah dari peninggalan kebudayaan masyarakat Minangkabau. Banyak pernak-pernik kehidupan Minangkabau yang dapat Anda jumpai di museum dengan luas bangunan 2.855 m2 ini.

Pembangunan museum ini dilakukan dari inspirasi arsitektur rumah gadag atau rumah bagonjong. Melalui gaya arsitekturnya itulah yang mampu memberikan ciri khas dari tradisional masyarakat Minangkabau. Rumah begajong adalah rumah panggung dengan atap seperti tumpukan tanduk kerbau. Sedangkan untuk bagian atas museum memiliki gonjong sebanyak 7 pucuk. Sebelum mengunjungi obyek wisata yang kaya akan kebudayaan dan pendidikan di kota Padang ini. Ada baiknya jika Anda mengetahui mengenai lokasi, harga tiket masuk, fasilitas, dan rute nya.

Pelestarian Benda Bersejarah di Museum Adityawarman

Bangunan Unik Muesum Museum Adityawarman

Adityawarman sudah terkenal sebagai museum yang digunakan sebagai pusat pelestarian dari benda bersejarah. Pelestarian tersebut meliputi cagar budaya Mentawai, budaya Minang, dan budaya nusantara. Nama Adityawarman diambil dari nama raja Minangkau dari kebangsaan Majapahit. Museum Adityawarman memiliki koleksi peninggalan budaya sebanyak 6.000 koleksi. Jumlah koleksi yang begitu banyak dibagi menjadi kategori 10 kategori. Kategori tersebut yaitu biologika,  geologika, Etnografika, Historika, Teknologika, Arkeologika, Numismatika Filologika, Seni Rupa dan Keramologika.

Baca juga, Panorama Lembah Anai Siap Memanjakan Mata Para Wisatawannya

Disana, Anda akan menjumpai koleksi berbagai jenis perhiasan tradisional dan instrumen musik. Tidak hanya itu, ada banyak pernak-pernik dan kuliner khas yang akan Anda jumpai. Minangkabau memiliki kuliner khas untuk acara upara adat dan memiliki perkakas yang sering kali digunakan.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasiohnal

Harga tiket yang harus dibayarkan oleh setiap pengunjung tergantung pada kategori pengunjung. Bagi pengunjung dewasa, akan di bebakan tiket dengan harga Rp 3.000/orang. Sedangkan untuk kategori anak-anak cukup membayar Rp 2.000/orangnya. Musium di Kota Padang ini buka setiap hari dari senin hingga minggu. Untuk jam operasionalnya, musium ini buka dari jam 08.00 WIB hingga jam 16.00 WIB.

Taman Sari Museum Adityawarman

Fasilitas Museum Adtywarman

Pengenalan pendidikan kebudayaan

Banyaknya jumlah benda bersejarah yang disimpan disana, dapat memberikan pengenalan kebudayaan. Melalui koleksi yang berjajar rapi di museum, pengunjung dapat meihat satu persatu.

Kebersihan yang terjaga

Benda bersejarah yang ada di musium Adityawarman sudah sangat berumur. Akan tetapi kebersihannya tetap terjaga dengan sangat baik. Melalui tim kecil yang dibuat pemerintah untuk menjadi pustakawan, konservator dan edukator. Dengan tim kecil itulah yang menjadikan benda-benda bersejarah tetap terjaga dengan baik.

Kelengkapan Museum

Museum memberikan kepuasan kepada pengunjung melalui obyek wisata yang disuguhkannya. Selain beraneka ragam budaya, museum ini juga memadukannya dengan miniatur bendi dan pedati. Khususnya pada bagian bangunan rumah Gadang yang dijadikan sebagai pelengkapnya.

Ruang Pameran

Museum ini menyediakan ruang pameran yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Disana Anda dapat melihat keragaman budaya dan aneka ragam pernak pernik masyarakat Minang.

Ruang Perpustakaan

Fasilitas ke 5 yang disediakan di museum Adityawarman ini yaitu ruang perpustakaan. Tempat wisata ini sangat tepat untuk anak-anak sekolah sebagai pengenalan masyarakat Minang.

Ruang Penyimpanan koleksi

Pengunjung dapat masuk dan melihat langsung isi benda-benda yang ada di ruang penyimpanan koleksi. Dari ruang inilah yang dapat memudahkan para pengunjung untuk mencari banyak informasi. Khususnya seputar kehidupan masyarakat Minangkabau.

Rute dan Lokasi Museum Adityawarman

Musium ini berada di Jln. Diponegoro No 10, Belakang Tangsi, Padang Barat, Sumatra Barat. Untuk menuju ke lokasi museum, ada banyak jalur yang dapat Anda lewati di sana. Ada banyak pilihan kendaraan untuk sampai kesana, salah satunya yaitu dengan menggunakan sewa mobil Fortuner.

Rute yang dapat ditempuh oleh para pengunjung cukuplah mudah. Pengunjung dapat menggunakan transportasi darat maupun laut. Jika Anda berangkat dari Bandara Internasinal Minang, Anda akan membutuhkan 20 km untuk sampai di museum. Jika dari terminal bus menuju ke museum membutuhkan 10 km. Melalui pelabuhan Teluk Bayur Anda akan membutuhkan 8 km untuk menuju ke museum. Yang terakhir, jika Anda berangkat dari statiun ke museum membutuhkan 5 km.

Baca juga, Destinasi Eksotis Danau Maninjau Sumatra Barat

Itulah informasi yang dapat membantu Anda agar bisa sampai ke museum Adityawarman tanpa kesasar. Dengan mengantongi informasi di atas, akan lebih memudahkan Anda ketika akan berkunjung. Pada saat Anda datang ke museum ini, ada baiknya jika Anda menggunakan sandal atau sepatu flatshoes. Hal ini dikarenakan luasnya bangunan museum ini yang mengharuskan Anda untuk berjalan kaki. Dengan menggunakan sepatu atau sandal flat, maka tidak akan membuat Anda cepat lelah.

Selain itu persiapkan fisik yang sehat, karena Anda akan berjalan menyusuri seluruh isi museum. Jangan lupa membawa kamera, karena keunikan dari masyarakat Minang sangat disayangkan jika tidak diabadikan. Jika Anda datang ke museum secara rombongan, sebaiknya gunakan sewa bus Padang agar lebih hemat biaya.

Rate this post