Sate Padang merupakan makanan khas Sumatera Barat paling populer, tak hanya bisa ditemui di daerah asalnya tetapi bisa juga didapatkan di tempat – tempat lain. Namun pasti memiliki perbedaan rasa jika tidak langsung menyantapnya di Kota Padang. Sate Padang Mak Syukur adalah warung sate yang paling populer, dibuktikan dengan ramainya tempat ini dipenuhi para pengunjung yang selalu tak sabar menyantapnya.

Menurut cerita, sebelum memiliki tempat tetap berjualan Mak Syukur memikul sendiri tempat panggang dan dagangannya berkeliling menjajakan sate. Karena dagangan yang selalu laris membuatnya berkembang dan membuka warung yang dikenal sebagai Sate Mak Syukur atau disingkat SMS. Keuletan Mak Syukur ini digelutinya sejak tahun 1941.

Letak Sate Mak Syukur

Sajian Sate Mak Syukur

Warung Sate Padang Mak Syukur ini beralamatkan di Jl. Sutan Syahril, Silaiang Bawah, Padang Panjang, Sumatera Barat. Letak dari tempat ini tidak sulit untuk ditemui karena tidak terletak di tempat yang sulit dijangkau, melainkan berada di bahu jalan. Jika masih ragu takut terserat alangkah baiknya menanyakan kepada orang sekitar atau memanfaatkan GPS.

Apabila ingin menikmati sate ini juga bisa ditemui di kota lain seperti Jakarta yang dikelola langsung oleh keturunannya. Sehingga rasa yang didapatkan tidak beda dengan tempat aslinya. Namun jika Anda ingin mengunjungi tempat aslinya bisa memanfaatkan sewa mobil Avanza ketika berlibur di Bukittinggi.

Sate Mak Syukur Beda dengan Lainnya

Daging sapi merupakan bahan yang digunakan untuk sate, tekstur dari makanan ini sangat berserat. Irisan daging sapi yang ditusuk dan disusun pada bilah bambu dibumbui dan dibakar. Kemudian dimakan bersamaan dengan ketupat atau orang padang biasa menyebutnya Katupek. Sate dan ketupat disiram dengan kuah yang berlimpah-ruah.

Baca juga, Nikmatnya Citarasa Sate Danguang – Danguang Payakumbuh

Bahan dari sate dipilih secara spesial dengan menggunakan rusuk dan punuk sapi. Sapi yang digunakan juga harus berasal dari Padang Panjang. Daging bagian ini dipilih karena memiliki tekstur yang empuk dan sedikit berlemak menambah citarasa sate saat dibakar. Saat akan disajikan, lemak pada sate dipisahkan karena ditakutkan akan menimbulkan penyakit kolesterol bagi pelanggan.

Untuk menciptakan variasi sate menggunakan bahan daging sapi bagian lidah, usus, dan jantung. Dalam penjualannya selalu memberikan rekomendasi kepada pelanggan dan memberitahu risiko konsumsi sate yang berbahan dasar selain daging. Hal ini ditunjukkan sebagai komitmen menjaga kepuasan pelanggan.

Sajian Satu Porsi

Di dalam seporsi sepiring Sate Padang Mak Syukur terdiri dari tujuh tusuk sate dan dua buah ketupat atau katupek berukuran besar dan kecil. Pelanggan juga bisa memesan sate dengan request sate daging, usus, lidah, atau jantung yang bisa juga dikombinasikan.

Saat penyajian sate dan kuah dihidangkan secara terpisah bertujuan agar pelanggan bisa menikmati sate dengan caranya sendiri. Ada pelanggan yang langsung menyiram sate dengan kuah langsung atau sekedar mencelupkan sate ke dalam kuah.

Setoples kerupuk jangkek, yaitu kerupuk kulit dari sapi atau kerbau disuguhkan sebagai teman makan Sate Padang Mak Syukur. Krupuk kulit jangkek yang cukup besar, berukuran sekitar 15 sentimeter menambah kenikmatan menyantap sate.

Suasana Warung Sate Mak Syukur

Warung sate ini memiliki bangunan yang sangat sederhana, bahkan setiap perkakas yang digunakan juga demikian. Hal ini ditujukan untuk menciptakan suasana berpulang ke Kota Padang Panjang. Dalam penyajiannya sepiring sate disajikan dengan alas daun pisang hijau yang biasanya disobek oleh pelanggan digunakan sebagai sendok kuah.

Suhu udara Kota Padang Panjang, khususnya Bukittinggi yang dingin sangat pas dilewatkan dengan menikmati seporsi sate yang hangat. Apalagi bersama dengan orang – orang terdekat dan keramahan orang sekitar.

Bahkan saking terkenalnya warung sate ini, pengunjungnya bukan sekedar orang sekitar, melainkan juga pejabat – pejabat yang melakukan kunjungan ke Sumatera Barat, khususnya Padang Panjang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi juga selalu menyempatkan untuk menyantap sate di sini.

Harga dan Jam Operasional

Nikmatnya Sate Mak Syukur

Satu porsi Sate Padang Mak Syukur dibandrol dengan harga Rp 11.000 saja. Selain itu ada hidangan sate tambahan yang dihitung per tusuk. Apabila ingin menambah dihargai per tusuk Rp 1.200 dan satu porsi ketupat atau katupek Rp 3.500, sedangkan pelengkapnya kerupuk jangkek dijual seharga Rp 2.000 saja. Minuman spesial dari tempat ini adalah teh telur.

Warung ini memulai aktivitas mempersiapkan sejak pagi pukul 07.30 untuk mengolah bahan agar siap bakar. Proses tersebut dilakukan di dapur yang terletak di rumah Syafril Syukur, di belakang Warung Sate Mak Syukur Padang Panjang. Dalam pengolahannya ditangani langsung oleh pemiliknya. Semua itu dipersiapkan hingga siap buka pukul 09.00 – 21.00.

Baca juga, Sate Itjap, Sate Unik Khas Padang

Warung Sate Mak Syukur menjadi rekomendasi kuliner di Padang Panjang, Bukittinggi, Sumatera Barat yang direkomendasikan. Terbukti dengan citarasa yang telah menyebar kemana – mana, banyak dikunjungi orang juga. Bahkan sekelas pejabat negara, seorang presiden. Wisatawan dari luar kota juga banyak yang memilih menggunakan sewa mobil Elf untuk berkunjung ramai-ramai ke wisata kuliner ini.

Rate this post